Logika Kadaluarsa


" Ada hal-hal diluar logika, Tidak semua hal bisa dilogikan."
Logika Kadaluarsa adalah penafsiran atas suatu pernyataan dari orang yang telah wafat sehingga tidak dapat mendapatkan legitimasi dari si pembuat pernyataan itu untuk diklaim sebagai penafsiran yang benar.
Tidak ada orang yang lebih mengerti arti dan makna, sebab dan tujuan dari sebuah pernyataan, kecuali si pembuat pernyataan itu sendiri. Jadi, jika orang lain ingin mengetahui maksud yang sebenarnya dari sebuah pernyataan, maka cara yang paling tepat adalah dengan bertanya kepada si pembuat pertanyaan. Tapi, bila si pembuat pernyataan tidak bisa ditanya, misalnya karena telah wafat, maka orang lain hanya dpat berasumsi akan arti dan makna pernyataan itu.
Karena itu, dengan tiadanya si pembuat pernyataan, maka kehilangan penafsir yang sempurna dari pernyataan tersebut, sehingga munculah potensi untuk terjadinya multi-tafsir. Dari 10 orang, bisa muncul 10 penafsiran yang berbeda terhadap satu pernyataan.
Akibat munculnya penafsiran yang berbeda-beda, maka muncul pula potensi dari masing-masing penafsir untuk mengklaim bahwa penafsiran darinyalah yang benar, sedangkan penafsir lainnya keliru dalam memberikan penafsiran. Ini adalah perselisihan faham yang memicu terjadinya rasa pertentangan dan sikap permusuhan kaum cendikiawan.
Rasa pertentangan atau sikap permusuhan akibat perbedaan penafsiran, seharusnya tidak terjadi, jika semua pihak menyadari bahwa selama tidak ada legitimasi dari si pemilik pernyataan, maka semua penafsiran hanyalah asumsi yang mungkin benar dan mungkin salah. Dengan tiadanya pemberi legitimasi akan kebenaran penafsiran, maka penafsirannya itu disebut kadaluarsa untuk diklaim sebagai penafsiran yang benar. .
• Spoiler 1 :
Logika ini lebih tepatnya di sebut ajaran ngeles... Emang anda belajar ilmu logika, tidak kadaluwarsa apa..? Bikin ilmu yangg baru kenapa kok masih pakai yangg sudah meninggal..? Kan tidak bisa di konfirmasi maksud dari teori mereka. Tentu saja, ilmu logika yang ditulis Aristoteles 350 SM itu adalah kadaluarsa. Tapi saya belajar pada guru logika yang masih hidup, maka ilmu logika saya tidak kadaluarsa.
• Spoiler 2 :
Terus...Master anda belajar sama siapa..? Emang dia bersama sampai aristoteles...? Hehehe....ada-ada saja anda ini, mau ngeles gimana juga tetep saja ajaran yangg aneh itu akan ketahuan....walaupun beribu alasan dibuat, keburukan tetaplah keburukan... Master logika saya itu anda, apa anda lupa ? Jika setiap orang syiah itu sesat, dan setiap sesat itu tidak berada pada jalan yang lurus. Berarti kesimpulannya bagaimana, master ?
• Spoiler 3 :
Anda dapat masukan sedikit kalimat yang saya ambil dari renungan ini:
Uang dapat membeli teman, tetapi tidak dapat membeli kasih sayang. Uang dapat membeli sebuah tempat tidur, tetapi tidak dapat membeli “tidur”. Uang dapat membeli buku, tetapi tidak dapat membeli kepandaian. Uang dapat membeli obat, tetapi tidak dapat membeli kesehatan. Uang tidak dapat membeli rumah, tetapi tidak dapat membeli “home”. Uang dapat membeli agama, tetapi tidak dapat membeli surga. Uang dapat membeli kemewahan, tetapi tidak dapat membeli kebahagiaan.











Comments

Popular Posts