Kelompok Right-Wing Menentang Penyebaran Islam Di Victoria, Australia



Sydney - Ratusan pengunjuk rasa right-wing menghadapi lawan left-wing hari sabtu di penyanderaan atas rencana untuk membangun sebuah masjid di pedesaan kota australia, kata beberapa saksi mata protes yang terakhir anti-islam sejak remaja muslim membunuh seorang polisi bulan ini, Farhad khalil mohammad jabar 15, membunuh polisi setelah ia melepaskan tembakan pada akuntan polisi Curtis Cheng sebagai akuntan markas besar kepolisian di pinggiran kiri kota parramatta, sydney pada bulan oktober. 
Di depan patriot amerika aktivis right-wing mengatakan bahwa tujuannya adalah menentang penyebaran islam, dengan menghadapi anggota koalisi toleransi left-wing di kota bendigo di negara victoria. Perselisihan atas rencana untuk membangun sebuah masjid di jalur kota yang telah mendidih selama sebulan. Polisi melakukan 4 penangkapan, tetapi semuanya kemudian dibebaskan karena kedua kelompok umumnya berperilaku baik, kata jurubicara polisi kepada reuters dan beberapa saksi mata kedua kelompok antara mereka seratus orang.
Protes right-wing adalah bagian dari serangkaian protes berkoordinasi di seluruh dunia yang diselenggarakan oleh kelompok ekstremis pinggiran anti-islam, dengan kembali memanggil media sosial terjadi protes di kota amerika dan selanjutnya di tempat lain pada hari islam. Dewan victoria mengatakan bahwa mereka telah bertemu dengan polisi demi menjaga keamanan umat muslim dan telah memperingatkan pada bagian situs yang telah ditunjuk oleh kelompok pinggiran tertentu sebagai protes anti-masjid dunia. Pemimpin politik australia, termasuk perdana menteri Malcolm Turnbull mengecam ancaman terhadap umat islam.

Comments

Popular Posts