ISIS Memberi Sinyal Bergabungnya Pejabat Indonesia Dwi Djoko Wiwoho

Hasil gambar untuk imam al baghdadi
Sekilas imam al baghdadi :
Tokoh paling berpengaruh seperti dikutip dari Forbes, Jumat 6 november 2015, nama Baghdadi sebagai orang paling berpengaruh dunia berada di urutan ke-57. Posisinya mendahului mantan ibu negara AS, Hillary Clinton. Sebelumnya pada 2014, al-Baghdadi menempati posisi 54 orang berpengaruh di dunia. Nama Dr Ibrahim atau Abu Du'a ini dikenal setelah memproklamirkan diri sebagai pemimpin Negara Islam Irak dan Syam, atau kini dikenal dengan nama ISIS. Serangan tak henti dilakukan terhadap kelompok pimpinannya. Abu Bakr al-Baghdadi, pemimpin ISIS yang paling dicari Amerika Serikat. (News.com.au) Di lain pihak, ia terus merekrut banyak orang untuk masuk ke dalamnya dalam waktu yang singkat. Al-Baghdadi juga telah menguasai bagian timur Suriah dan barat Irak dengan cara yang dikecam dunia akibat aksi pemenggalan dan pembunuhan sadis lainnya. Pria ini melakukan penjualan minyak di pasar gelap dengan total pendapatan USD 1.000.000 per hari. Terakhir pada April 2015, Abu Bakr Al-Baghdadi dilaporkan tengah dalam kondisi kritis akibat terkena serangan dari pasukan Amerika Serikat. Akibat luka serius tersebut, kini Al-Baghdadi tak lagi memegang kendali ISIS. Adapun serangan udara koalisi Amerika yang menghantam mobil Al-Baghdadi terjadi di Distrik Al-Baaj di Nineveh, dekat perbatasan dengan Suriah pada 18 Maret lalu. Dengan semua popularitas yang dimiliki, butuh kerja keras untuk menangkal pengaruh ISIS, termasuk di Indonesia. Salah satunya adalah dengan memperkuat lembaga intelijen seperti BIN dan BNPT. Dengan begitu bisa diambil langkah dini ketika diketahui adanya pengaruh atau paham ISIS yang masuk ke Indonesia atau sebaliknya, adanya WNI yang berusaha menyebarluaskan paham yang berbahaya itu. (Ado/Rmn) 
Sekilas Dwi Djoko Wiwoho :
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengumumkan pada Jumat, 6 November, bahwa Direktur Pelayanan Satu Pintu (PTSP) di Badan Pengusahaan untuk kawasan Batam (BP Batam) Dwi Djoko Wiwoho kemungkinan besar bergabung dalam Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Keterlibatan warga Indonesia dengan ISIS bukan sesuatu yang baru. Sebelumnya, 16 WNI sempat ditangkap di Turki karena diduga terkait dengan ISIS. Siapa sebenarnya Dwi Djoko Wiwoho?
Berikut 5 informasi tentang Djoko yang dihimpun oleh Rappler Indonesia :
• Baru dilantik menjadi Direktur PTSP BP Batam Baru pada Mei 2015 yang lalu Dwi Djoko Wiwoho menjabat sebagai Direktur PTSP di BP Batam yang berada di bawah deputi Pelayanan Umum. Sebelumnya, Djoko sempat menjabat sebagai Direktur Humas di perusahaan yang sama.
• Lulusan SMA Negeri 70 Jakarta Dalam akun Facebook miliknya, tertulis bahwa Djoko merupakan lulusan dari SMA Negeri 70 Jakarta, salah satu sekolah menengah unggulan yang terletak di kawasan Bulungan, Jakarta Selatan. Setelah ditelusuri Rappler, ternyata istrinya Ratna Nirmala juga berasal dari sekolah yang sama dan lulus pada tahun 1985.
• Mempunyai tiga anak perempuan Djoko kerap kali mengunggah foto ketiga orang putrinya, yaitu Syarafina Nailah, Nurshadrina Khairadhania, dan Tarisha Aqila Qanita di akun Facebooknya. Tiga anak beserta istrinya juga tidak dapat dihubungi oleh pihak keluarga dan diduga berada di ISIS bersama Djoko.
• Jarang salat Dalam laporan Tribunnews Batam, Deputi Pelayanan Umum BP Batam Fitrah Kamarudin yang merupakan atasan langsung Djoko mengungkapkan bahwa ia tidak percaya anak buahnya tersebut bergabung dengan ISIS karena salatnya masih sering bolong-bolong. "Yah saya sampaikan, Pak Djoko itu Islamnya masih 2,3,4 loh. Maksudnya salat saja, sehari masih dua kali, kadang tiga kali, atau empat kali. Hampir jarang full lima kali,” ujar Djoko.
• Dikenal ramah Para tetangga mengenal Djoko sebagai sosok yang ramah, meskipun memang jarang berinteraksi dengan warga sekitar. "Kalau Pak Djokonya baik, ramah juga,” kata seorang tetangga yang tidak ingin disebutkan namanya. Sedangkan istrinya Ratna dikenal sebagai orang yang tertutup dan tidak pernah bergaul dengan masyarakat sekitar.
Info Media Sosial Pantauan Liputan6.com di laman Facebook milik Djoko, tidak ada hal yang aneh dari postingan-postingan yang diunggah Djoko sebelum dia menghilang. Postingan dirinya dan keluarganya banyak menghiasi berandanya. Namun, berbeda dengan laman Facebook sang istri, RN yang mem- posting sebuah gambar yang bertemakan jihad dan bertuliskan 'This Is My Ticket To Jannah'. Gambar seseorang mengenakan penutup wajah sambil memegang senjata api jenis AK-47 dan sebuah bendera hitam bertuliskan huruf Arab, di-posting pada 24 Agustus 2014. Dari postingan tersebut, terdapat beberapa komentar dari teman Facebook RN. 
Dalam menanggapi satu komentar, terlihat RN mengagumi sosok pejuang yang ada di postingannya itu. Yang jelas, BNPT menduga Dwi Djoko saat ini sudah berada di Irak. Hal itu diungkapkan Deputi Pencegahan BNPT Brigjen Polisi Hamidin dalam dialog pencegahan terorisme di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Jumat 6 November 2015. Fatwa ulama India atas ISIS yang dinilai tak sesuai dengan ajaran Islam. (Euronews) Menurut Hamidin, petugas BNPT sudah mengendus keterlibatan Dwi dengan kelompok teroris ISIS sejak beberapa bulan lalu. "Kami berkoordinasi dengan instansi terkait dalam menangani permasalahan itu," ujar Hamidin. Dia mengatakan, kasus Dwi diketahui dari informasi warga di Batam. "Ada warga Batam yang menginformasikan, sekaligus mempertanyakan permasalahan itu. Saya katakan, 85 persen Dwi Djoko terlibat ISIS," ujar dia. 
Bukan Faktor Ekonomi Dengan kasus Dwi, Hamidin mengungkapkan kelompok radikal ISIS sudah masuk ke berbagai kalangan. Dwi diduga bergabung dengan kelompok teroris ISIS sekitar 4 bulan lalu tidak masuk kantor. Dwi diduga membawa serta istri dan anaknya. Bahkan, anggota Detasemen Khusus 88 Anti Teror Polri telah memeriksa kediaman Dwi Djoko belum lama ini, dan mengetahui Dwi beserta keluarganya sudah meninggalkan rumah. Terungkapnya dugaan keterlibatan keluarga kelas menengah ini bergabung dengan kelompok militan ISIS di Suriah, menunjukkan bahwa masalah ekonomi bukanlah satu-satunya faktor yang menjadi daya tarik. Juru bicara BNPT Irfan Idris mengatakan, latar belakang Dwi Djoko sebagai Direktur PTSP BP Batam semakin menguatkan dugaan bahwa yang direkrut ISIS bukan orang-orang bodoh. Ilustrasi ISIS "Apa yang terjadi di Batam merupakan contoh bahwa mereka bergabung ISIS lebih didasari ideologi. Jadi, motif ekonomi tidak sepenuhnya benar," kata Irfan Idris kepada wartawan BBC Indonesia, Jumat 6 November 2015 petang, seperti dikutip dari BBC, Sabtu. 
Dia mengatakan, dugaan bergabungnya Dwi Djoko dan keluarganya di Batam dengan kelompok militan ISIS di Suriah tidak menutup kemungkinan juga terjadi di daerah lain di Indonesia. Ketika ditanya jumlah WNI yang diperkirakan telah bergabung dengan kelompok militan tersebut, Irfan tidak berani berspekulasi. "Angkanya bisa lebih besar atau kurang dari 500 WNI yang diungkap Badan Intelijen Nasional (BIN)," beber Irfan. Hal ini dia tekankan karena jalan masuk yang digunakan WNI untuk berangkat ke Suriah atau Irak tidak satu pintu. "Terungkap bergabungnya Wildan Mukhollad dari Jatim yang bergabung dengan ISIS, ternyata dia masuk lewat Mesir. Selama ini kan yang disebut pintu masuknya lewat Turki," kata dia. Wildan Mukhollad, warga Lamongan, Jatim, diketahui telah tewas di Irak dalam peristiwa bom bunuh diri pada awal 2014.

Hasil gambar untuk Dwi Djoko Wiwoho









Comments

Popular Posts