Kejahatan Di Balas Dengan Balas Dendam




Sakit hati perlu dibalas. Mata diganti mata dan gigi diganti gigi. Sakit hati dibalas dengan sakit hati, sekitanya boleh, sehingga ke tahap yang sekejam – kejamnya. Ini salah Sebenarnya dia salah apabila mengatakan orang yang tidak membalas sakit hati adalah pengecut. Menahan sakit hati supaya tidak membalas rasa sakit hati dengan cara menyakiti kembali bukan tindakan pengecut. Lebih dari itu, bersabar dan tidak menyakiti orang yang menyakiti ia tidak disebut sebagai tindakan pengecut. Pengecut adalah ketika disakiti, lalu kita berasa sakit, kecewa, sedih dan berputus asa kerana tidak dapat berbuat apa – apa bagi membalasnya ataupun tidak tidak kuat menahan rasa sakit dengan kesabaran. Inilah yang disebut sebagai pengecut. Orang yang pengecut biasanya lari daripada tanggungjawab terhadap diri sendiri.
6 cara untuk balas dendam :
1. Kalau Anda betul-betul menaruh dendam pada seseorang, ingat: jangan sesekali Anda mengatakanya kepada orang lain. Jangan pernah Anda ketahuan nampak, apalagi menulisnya secara publik. Dendam adalah persoalan privat yang harus diselesaikan secara pribadi, jangan sampai publik mengetahuinya, sebab Anda bisa celaka: kalau sesuatu menimpa orang itu, dengan gampang orang bakal menunjuk hidung Anda sebagai pelaku atau dalangnya. Simpan amarah dan dendam itu di dalam hati, jangan bilang siapa-siapa, apalagi menggalang dukungan. Selain itu menunjukkan watak kekanakan, balas dendam Anda tidak akan tuntas sempurna, sebab jejak-jejak pembalasan Anda akan sangat kentara.
2. Susunlah misi dan skenario balas dendam Anda dengan seksama, rapi, well-organized alias terencana. Mungkin butuh waktu lama, yang penting sakit hati Anda terbalas tanpa anda harus menanggung risiko dari tindakan itu.
3. Pastikan musuh Anda nanti bisa menghayati perihnya sakit hati dan penderitaan yang selama ini Anda rasakan. Maksudnya jelas: balas dendam harus tuntas dan setimpal. Untuk itu dibutuhkan rencana dan kesabaran.
4. Jangan sekali-kali Anda tunjukkan muka jelek, sikap benci atau kata-kata busuk kepada calon korban Anda. Teruslah bersikap ramah, santun, hormat dan bersahabat kepada dirinya. Tak boleh ada sedikit pun tabiat Anda yang membuat dia curiga. Puaskan egonya, biarkan dia terus menghina dan menginjak-injak harga diri Anda. Teruslah tersenyum padanya, bayangkan indahnya sensasi yang bakal anda rasakan jika tiba saatnya orang itu masuk ke dalam perangkap Anda, megap-megap meronta merasakan pembalasan yang nyata.
5. Dengan kepala dingin cari kelemahan dia, hal-hal yang disukainya, barang atau aktifitas yang bikin dia keranjingan tergila-gila lupa waktu dan segalanya. Pada momen yang tepat, pancinglah dia, lemparkan umpan berupa hal-hal yang mengasyikkan tadi agar dia dengan antusias dan sukarela datang kepada Anda selagi anda menyiapkan eksekusi baginya.
6. Sekali lagi teruslah bersikap baik kepadanya meskipun orang itu sudah masuk ke dalam perangkap anda. Balas dendam butuh seni, butuh kesabaran, butuh ketekunan dan strategi. Hidup memang kejam. Tak selamanya kita bisa terus-menerus jadi pecundang. Kalau ada manusia yang kelewatan menganiaya Anda, ada kalanya dia harus diberi pelajaran. Dan balas dendam yang anda lakukan harus halus, indah, menyakitkan dan memuaskan.






Comments

Popular Posts