ISIS Merilis Video Mengklaim Pemenggalan Kepala Mata-Mata Rusia




ISIS merilis video hari rabu menunjukkan pemenggalan kepala seorang pria yang mengaku bergabung dengan kelompok teroris tapi sebenarnya mata-mata Rusia, serta pesan menghukum Presiden Rusia Vladimir Putin dan mengancam warga negaranya.
Sebagai tawanan berlutut di depannya dalam jumpsuit oranye, pembunuhnya mengatakan bahwa serangan udara Rusia diperintahkan oleh Putin terhadap kelompok ekstremis Islam telah membuat kami mengerti bahwa kita sedang melakukan hal yang benar demi perjuangan.
ISIS kemudian membahas orang-orang Rusia, mengatakan, Anda tidak akan menemukan kedamaian di rumah Anda. Kami akan membunuh anak-anakmu, seluruh keluargamu... untuk setiap anak yang tewas di sini. Dan kita akan menghancurkan rumah Anda untuk setiap rumah yang Anda hancurkan di sini."
CNN tidak bisa segera memverifikasi keaslian video tersebut, apalagi klaim ISIS bahwa orang dipenggal adalah mata-mata Rusia. CNN juga tidak mampu untuk segera mendapatkan komentar dari pemerintah Rusia tentang apakah ia percaya video menunjukkan seorang warga Rusia yang tewas.
Jika video itu asli, berarti dia bergabung dalam katalog kekejaman ISIS dimana kelompok teror telah menyiarkan pembunuhan satu atau lebih tawanan dan dipasangkan dengan pesan mengancam.
Warga Rusia adalah salah satu dari beberapa negara yang diketahui telah bergabung ISIS di Suriah dan Irak. Raffaello Pantucci, seorang rekan senior di Royal United Services Institute, mencatat tahun lalu bahwa orang-orang dari republik federal Rusia Chechnya khususnya mendapat penghormatan yang sangat tinggi.
Video hari rabu tersebut bukan pertama kalinya ISIS menuduh Rusia sebagai mata-mata kemudian membunuh mereka di depan kamera.
Tuduhan itu sama dengan yang diklaim dalam sebuah video teatrikal yang diproduksi dan diedarkan pada bulan Januari, menunjukkan seorang anak dengan rambut panjang dan mengenakan sweter hitam dan celana militer menembak dua orang di belakang kepala.
Awal bulan lalu pemimpin Chechnya berkata kepada kantor berita Interfax bahwa Rusia memiliki jaringan intelijen dalam ISIS.
Hal ini memungkinkan untuk melacak gerakan mereka bagi kami, kata Ramzan Kadyrov, pemimpin Chechnya. Selain itu, memungkinkan untuk mengirim orang-orang bahkan sebagai lelucon, mengarahkan laras menuju Rusia pada perjalanan abadi dengan tiket sekali jalan.








Comments

Popular Posts