Australia Dan Indonesia Berbicara Sepakat Patroli Militer Bersama Di Laut Cina Selatan

UPDATED: 1 November 2016 15:55 WIB

WWIII - Kali ini Indonesia kembali di pecundangi sekutu barat AS di Pasifik ( Australia), Australia sebagai Aktor atas lepasnya Timor-Timor dari NKRI berupaya mencoba mengandeng Indonesia dalam sengketa Laut China Selatan.

Sengketa Laut China Selatan bisa saja dalam waktu dekat ini akan pecah menjadi konflik terbuka, ini tidak menguntungkan bagi Indonesia karena Indonesia bukan berada pihak bersengketa, tapi bagi pihak sekutu barat (AS) inilah waktu untuk mencari sekutu Asia sebanyak-banyak karena ini menyangkut kelangsungan hidup ras barat di Asia-Pasifik.

Pemimpin Australia dan Indonesia telah sepakat mengeksplorasi patroli militer bersama di Laut China Selatan akibat dari meningkatnya ketegangan karena tindakan Cina di Laut China Selatan.

Menteri luar negeri Australia Julie Bishop dikonfirmasi hari Senin, kedua negara melihat kerjasama patroli dan mempertimbangkan latihan militer bersama-sama untuk mendorong kembali terhadap klaim Cina di Laut China Selatan.

Cina telah mengklaim hak atas jalur air, yang merupakan daerah penangkapan yang signifikan dan jalur perdagangan penting di wilayah itu, Rusia telah terlibat dalam latihan militer dengan Cina dan Filipina telah mundur dari patroli dengan AS di sana dan Australia berupaya memprovokasi Indonesia di dalam konflik Laut China Selatan.

Sementara itu AS, telah meningkatkan patroli di Laut Cina Selatan dan meminta sekutu di sana untuk lebih kuat menggagalkan klaim Cina untuk Laut China Selatan. Di antara negara-negara yang paling kuat melakukannya adalah Indonesia, yang baru-baru ini melepaskan tembakan peringatan di sebuah kapal nelayan Cina yang telah melanggar apa yang dianggap wilayahnya.

"Ini semua sesuai dengan kebijakan kami menggunakan hak kami untuk kebebasan navigasi," kata Bishop. "Dan itu sesuai dengan hukum internasional dan dukungan kami untuk perdamaian, stabilitas dan keamanan di kawasan itu."

Ryamizad Ryacudu, Menteri Pertahanan Indonesia membesarkan ide gagasan bekerja sama selama pada pertemuan dengan Bishop dan menteri pertahanan Australia Marise Payne menjelang presiden Indonesia, Joko Widodo, berbicara sebelum parlemen Australia.

Langkah ini untuk bekerja sama dalam memuaskan orang Indonesia yang ingin melihat bantuan negara lain membela Laut Cina Selatan lebih kuat, serta AS yang telah mendorong Australia untuk melakukan hal yang sama.

Comments

Popular Posts