Kerjasama Militer TNI-ADF Belum Dilanjutkan

UPDATED: Rabu, 11 Januari 2017 23:40

ASIA Predator - Kerjasama antara Militer Indonesia ( TNI ) dan Kekuatan Pertahanan Australia ( ADF ) belum dilanjutkan, juru bicara militer Brigadir Jenderal Sabrar Fadhilah telah menyatakan hari Rabu." Kita masih menunggu hasil keputusan akhir dari pemimpin kami," Fadhilah berkata dalam pernyataannya, yesus menunjukkan bahwa Program Pengajaran bahasa Indonesia tentara Australia telah program telah dihentikan sementara karena sebuah penghinaan Ideologi indonesia, Pancasila.

Penghinaan diduga dilakukan oleh beberapa anggota tentara Australia yang disaksikan oleh Kelompok Pasukan Khusus Indonesia ( KOPASSUS ) yang telah dilatih bersama dengan air service di barak khusus unit campbell Australia, di Perth bulan november lalu. Namun demikian, Fadhilah menyatakan bahwa dari militer Indonesia telah dikerahkan ke Australia atas nama Negara, sebagai bagian dari kemitraan government-to-government.

"Oleh karena itu keputusan akhir ( apakah kerja sama militer akan dilanjutkan ) akan diambil oleh Komandan tentara dan Pejabat tinggi," kata Fadhilah menegaskan bahwa nenteri pertahanan Australia, Marise Payne telah meminta maaf kepada pemerintah Indonesia dan menyampaikan dia menyesal atas perilaku anggota ADF. Kejadian ini diminta komandan TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo untuk menunda kerjasama militer dengan badan ADF sekitar pertengahan bulan December 2016. Setelah suspensi, bersama latihan dan pertukaran perwira militer antara kedua negara.

Comments

Popular Posts