AS Mempersiapkan Untuk Perang Dengan Cina Di Laut Cina Selatan

UPDATED News Portals: 11:43 WIB

WWIII - Ketegangan antara Cina dan AS atas Laut Cina Selatan meningkatkan, kata kementerian pertahanan Beijing pada hari Kamis, saat menyadari penyebaran Kelompok kapal induk AS di perairan yang disengketakan.

Sementara itu AS mendesak untuk menjaga kedaulatan dan keamanan, juru bicara dari kementerian pertahanan Cina, Ren Guoqiang mengatakan bahwa negara menghormati kebebasan navigasi untuk semua negara di perairan.

Pekan lalu, Laksamana James Kilby mengatakan bahwa kapal induk USS Carl Vinson AS mulai beroperasi di Laut Cina Selatan, sehari setelah Cina membungkus dari latihan sendiri. Cina sebelumnya telah menyebut bahwa latihan "kebebasan navigasi" AS adalah pelanggaran serius terhadap hukum serta provokasi.

"Cina berharap AS sungguh-sungguh untuk menghormati kedaulatan, keamanan, dan kekhawatiran negara-negara di kawasan itu, dan sungguh-sungguh menghormati upaya negara-negara di kawasan untuk menjaga perdamaian dan stabilitas darii Laut China Selatan," kata Ren di saat pada jumpa pers rutin bulanan menurut untuk Reuters.

Kata Ren "tentu saja kami juga menghormati kebebasan navigasi dan untuk semua negara di Laut China Selatan sesuai dengan hukum internasional."

Sambil mengingatkan bahwa situasi di Laut Cina Selatan pada umumnya stabil, dan Ren mengatakan: "Kami berharap tindakan dari pihak AS dapat berkontribusi energi positif terhadap situasi yang baik ini, dan bukan sebaliknya."

Ketegangan antara AS dan Cina berputar setelah Presiden Donald Trump menerima panggilan telepon ucapan selamat dari Presiden Taiwan Tsai Ing-wen, membuatnya presiden AS pertama langsung menghubungi Taiwan dalam 4 dekade.

Cina telah berulang kali telah menyalahkan AS atas meningkatkan ketegangan dari Laut Cina Selatan, di mana lebih dari $ 5 triliun perdagangan maritim melewati setiap tahun. Brunei, Malaysia, Filipina dan Taiwan juga memiliki klaim yang bertentangan ke perairan.

Pada hari Rabu, 2 pejabat AS mengatakan pada Reuters bahwa Cina makin dekat untuk menyelesaikan pembangunan struktur rudal permukaan-ke-udara. Beijing juga telah membangun landasan militer panjang dan melakukan latihan serta pelatihan selama 1 minggu di tengah sengketa wilayah sedang berlangsung.

Comments

Popular Posts