7 Negara Pulau Pasifik Melaporkan PBB Tentang Pelanggaran Di Papua

News Portals: 18:48 WIB

JAKARTA- Kembali 7 negara pulau Pasifik telah menyerukan untuk penyelidikan PBB atas dugaan pelanggaran HAM; Hak Asasi Manusia di di provinsi Papua Barat dimana gerakan separatis telah menjadi suatu momok selama beberapa dekade.

Sebuah pernyataan untuk sidang Dewan HAM PBB di Jenewa, dibacakan atas nama 7 negara oleh Menteri Kehakiman Vanuatu Ronald Warsal, yang menuduh seriis Indonesia atas pelanggaran Hak Asasi Manusia dari penduduk asli Papua termasuk eksekusi dari aktivis di luar hukum dan pemukulan dan penembakan fatal pengunjuk rasa damai.

Pernyataan pada hari Rabu menyerukan dewan meminta laporan komprehensif dari komisaris tinggi Hak Asasi Manusia dan kerjasama Indonesia dalam memberikan akses tak terbatas ke dua provinsi, yang pendukung kemerdekaan merujuk secara kolektif sebagai Papua Barat.

Dalam Hak Jawab, delegasi Indonesia yang dituduh Vanuatu dengan "terang-terangan menggunakan isu-isu Hak Asasi Manusia membenarkan dukungan meragukan untuk gerakan separatis di Papua" dan mengatakan catatan pemerintah melindungi Hak Asasi Manusia "berbicara untuk dirinya sendiri."

Para pemimpin pulau Pasifik marah ke Indonesia tahun yang lalu ketika menggunakan pidato mereka pada Majelis Umum PBB untuk mengkritik pemerintahan Indonesia di Papua Barat. Jakarta menuduh mereka mencampuri urusan kedaulatan Indonesia dan mendukung di kelompok-kelompok melakukan serangan bersenjata.

Warsal, yang berbicara atas nama Vanuatu, Tonga, Palau, Tuvalu, Kepulauan Marshall, Nauru dan Kepulauan Solomon, mengatakan mereka juga ingin menyoroti kebijakan Indonesia mendorong migrasi orang Jawa dan etnis lainnya, yang telah menyebabkan outnumbering dramatis orang asli Papua di tanah mereka sendiri.

Pemerintahan Indonesia belum mampu membatasi atau menghentikan berbagai pelanggaran yang luas," katanya. "Baik memiliki bahwa pemerintah mampu memberikan keadilan bagi para korban."

Indonesia mempertahankan dengan erat pada Papua Barat dan membatasi pelaporan wartawan dari sana. Namun, gerakan kemerdekaan itu tampaknya terorganisir semakin baik karena campur tangan Australia (Sekutu Barat lain) dan dari kelompok-kelompok yang berbeda sekarang bersatu di bawah payung sebuah organisasi.

Penjajah Belanda kepulauan Indonesia yang memegang Papua Barat ketika Indonesia merdeka setelah Perang Dunia II. Papua menjadi bagian dari Indonesia setelah Referendum yang diawasi PBB pada tahun 1969 melibatkan hanya sebagian kecil dari populasi dan dikritik sebagai hal palsu. Pendukung kemerdekaan ingin Referendum kedua ini adalah kacung gaya propaganda ala barat.

Masyarakat adat 2 provinsi Papua, yang membentuk bagian barat pulau New Guinea, etnis Melanesia dan budaya yang berbeda dari daerah lain di Indonesia, negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia.

Papua Barat adalah rumah bagi cadangan tambang emas terbesar di dunia, salah satu tambang tembaga terbesar di dunia dan di wilayah luas hutan perawan yang merupakan incaran negara barat.

Pemerintahan Indonesia bersikeras Papua adalah bagian tak terpisahkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan tidak mungkin untuk membuat konsesi untuk takut separatis yang bisa kembali dengan kekuatan gerakan kemerdekaan aktif lainnya.

Ini pelajaran buat lepasnya Timor Timur karena campur tangan Australia dan sekutu barat yang tidak akan bisa dimaafkan.

Comments

Popular Posts