Pasukan Khusus AS Membantu Memerangi ISIS Di Filipina

News Portals: 21:55 WIB

Marawi - Cari Mati! Ini pantas diberikan untuk Pasukan Khusus AS yang telah bergabung dengan tentara Filipina dalam upaya merebut kembali Kota Marawi dari pejuang yang setia kepada kelompok militan Islam (ISIS).

Para jihadis menguasai kota tersebut pada tanggal 23 Mei 2017 dalam pertempuran berikutnya, 58 tentara, 138 militan dan 20 warga sipil tewas.

Berbicara pada sebuah konferensi pers di kota selatan, juru bicara militer Letnan Kolonel Jo-Ar Herrera mengatakan bahwa pasukan AS yang baru tidak akan berkelahi tapi malah "memberikan dukungan teknis."

Keterlibatan Washington datang pada saat yang tidak pasti untuk hubungan AS-Filipina. Pada bulan Oktober dan lagi pada bulan Desember, presiden negara tersebut, Rodrigo Duterte meminta pasukan AS untuk meninggalkan Filipina saat ia menjalin hubungan yang lebih dekat dengan Cina.

Pada bulan April, Presiden AS Donald Trump melaporkan memiliki "percakapan yang sangat bersahabat" dengan Duterte yang telah mengawasi gelombang pembunuhan di luar hukum terhadap tersangka narkoba.

Dalam sebuah langkah yang mengejutkan kelompok hak asasi manusia, Trump meminta Duterte untuk mengunjunginya di Gedung Putih.

Kedutaan Besar AS di ibukota Filipina, Manila, mengkonfirmasi kehadiran tentara AS di kota Marawi yang diperkirakan tidak akan membahas rincian operasional, lapor Reuters.

Kedubes itu mengatakan bahwa pasukan tersebut ada atas permintaan pemerintah Duterte. Berbicara kepada wartawan, Herrera mengatakan bahwa militan sekarang hanya tinggal 3 distrik di kota Itu.

Meski kehilangan beberapa tenggat waktu untuk mengalahkan kelompok tersebut, juru bicara militer Brigadir Jenderal Restituto Padilla Jr berjanji bahwa ISIS akan berada di luar Kota Marawi pada hari Senin-hari kemerdekaan Filipina.

Tentara juga melihat laporan bahwa Omar dan Abdullah Maute, pemimpin kelompok Maute Islam telah terbunuh. Fraksi mereka yang berjanji setia kepada ISIS pada bulan April 2015 adalah satu dari beberapa kelompok utama menduduki kota yang diperangi.

Juga yang terlibat dalam pertempuran tersebut adalah 40 orang asing didominasi oleh Indonesia dan Malaysia. Keterlibatan mereka, serta kehadiran ISIS di Asia Tenggara telah mengkhawatirkan wilayah tersebut yang membuat kelompok tersebut dapat mencoba dan membangun sebuah kubu di sana karena terus kehilangan wilayah di Irak dan Suriah.

Sekitar 200 militan diyakini berada di Kota Marawi dengan 500 sampai 1.000 warga sipil juga terjebak di sana. Beberapa dikatakan tanpa ada makanan atau air sementara laporan telah muncul bahwa pejuang telah menggunakan beberapa orang sebagai tameng manusia.

Comments

Popular Posts