Cina Memamerkan Koleksi Senjata Terbaru Dalam Parade Militer Besar-besaran Dan Siap Bertarung

News Portals: 23:05 WIB Sekitar 600 jenis persenjataan dipamerkan di Cina hari ini. beberapa jam setelah Donald Trump mengecam negara tersebut karena gagal mengendalikan Korea Utara.

WWIII - Cina hari ini mengingatkan dunia bahwa pihaknya siap berperang dengan meluncurkan koleksi besar senjata militer terbarunya termasuk jet tempur siluman yang mampu menghancurkan kapal dalam hitungan detik.

Pemimpin Cina Xi Jinping menyaksikan lebih dari 12.000 tentara berbaris disamping tank, peluncur rudal jarak jauh, jet tempur dan senjata baru lainnya yang banyak di antaranya memulai debutnya untuk pertama kalinya hari ini.

Jet siluman Chengdu J-20 menarik perhatian paling banyak. Pesawat jet tempur siluman 2 arah dikembangkan di Cina untuk Angkatan Darat Pembebasan Rakyat yang berusia 90 pada hari minggu ini dan dikatakan sebagai salah satu jet tempur stealth paling maju. Parade militer besar-besaran itu menandai peringatan 90 tahun Tentara Pembebasan Rakyat Cina.

Donald Trump mengajukan teguran Cina atas 'kelambanan' menyusul uji coba rudal Korea Utara. Kata Trump: 'Mereka tak melakukan apapun untuk kita'. Pada pidato singkat di markas militer Zhurihe hari ini, Xi mengatakan: "Dunia tidak damai dan damai perlu dipertahankan.

"Militer heroik kita memiliki kepercayaan diri dan kemampuan untuk melestarikan kedaulatan, keamanan dan kepentingan nasional ... dan untuk berkontribusi lebih banyak menjaga perdamaian dunia." Tapi parade tersebut datang berjam-jam setelah Presiden Trump kembali mengekspresikan "kekecewaannya" dengan Cina.

Cina meluncurkan senjata terbarunya, termasuk banyak tank besar. Trump dalam sebuah omong kosong Twitter 2 bagian yang memarahi, bocah berusia 71 tahun itu berkata: "Pemimpin masa lalu kita yang bodoh telah mengizinkan mereka [Cina] untuk menghasilkan ratusan miliar dolar dalam setahun dari perdagangan, namun mereka tidak melakukan apa-apa untuk kita dengan Korea Utara, hanya bicara.

"Kami tak akan membiarkan hal ini berlanjut lagi. Cina dapat dengan mudah untuk menyelesaikan masalah ini." Zhang Baohui, seorang profesor ilmu politik di Universitas Lingnan, Hong Kong, mengatakan: " Trump telah memojokkan dirinya atas masalah Korea Utara. "Korea Utara menentangnya satu-satunya tindakan yang bisa dia lakukan saat ini adalah dengan hubungan AS-Cina."

Comments

Popular Posts