Walikota Darwin 'Prihatin' Tentang Serangan Rudal Nuklir Korea Utara

News Portals: 11:53 WIB

WWIII - Walikota Darwin mengatakan bahwa akan sembrono mengabaikan ancaman potensial yang diajukan Korea Utara ke Australia setelah uji coba rudal antar benua yang berhasil banget. Kim Jong-un menggambarkan peluncuran kemarin lalu sebagai "hadiah untuk "bajingan AS" di Hari Kemerdekaan.

Para ahli khawatir atas rudal balistik memiliki kemampuan untuk membawa perangkat nuklir lebih dari 6700 km membawa bagian utara Australia ke dalam jangkauan.

Walikota Darwin Katrina Fong Lim mengatakan kepada sembilan.com.au bahwa dia merasa terganggu dengan laporan bahwa kotanya bisa menjadi target potensial.

"Reaksi langsung saya adalah bahwa kita khawatir tentu saja ketika Anda mendengar tentang jenis tindakan ini, hal itu menimbulkan sesuatu kekhawatiran. Darwin selalu menjadi kota strategis di utara Australia dan itulah realitas di mana kita tinggal," katanya.

"Darwin adalah satu-satunya kota di Australia yang dibom oleh Jepang pada Perang Dunia II." Walikota tidak akan berkomentar mengenai kepemimpinan Korea Utara namun mengakui bahwa ketakutan merupakan reaksi alami ketika berhadapan dengan prospek potensial berada di jalur tembak Pyongyang.

Menurut Brett McLeod, Rudal terbaru Korea Utara mungkin tidak membawa muatan tapi mengirim pesan "Orang normal tentu saja akan khawatir. Saya tidak yakin akan berbuah komentar resmi tentang sebuah isu nasional, tapi secara pribadi, sebagai warga kota paling utara di Australia saya selalu khawatir."

Analis rudal AS David Wright mengatakan jika angka tersebut akurat di bagian utara Australia, termasuk Darwin dan Cairns berada dalam jangkauan senjata nuklir.

Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop mengatakan kepada Sky News bahwa peluncuran rudal terbaru tersebut merupakan "eskalasi serius kemampuan Korea Utara mengancam negara-negara lebih jauh dari pada wilayah langsungnya."

"Perhatiannya sekarang adalah bahwa Korea Utara akan menguasai teknologinya untuk memasang hulu ledak nuklir dengan senjata semacam itu. Rezim tersebut harus mendapat pesan global bahwa perilakunya tidak dapat diterima."

Bishop mengkonfirmasi bahwa pemerintah AS mempertimbangkan semua pilihan untuk menangani situasi tersebut, termasuk tindakan militer.

Sementara itu, AS dan Korea Selatan telah memperlambat kekuatan militer mereka dalam menanggapi peluncuran Pyongyang dengan melakukan uji coba rudal anti-balistik. Angkatan Darat AS dan militer Korea Selatan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa latihan bersama adalah untuk melawan tindakan "destabilisasi dan tindakan yang tidak sah di Korea Utara".

Latihan menggunakan Sistem Rudal Taktis Angkatan Darat (ATACMS) dan Republik Korea Hyunmoo Missile II, menurut laporan CNN. Pasukan bersenjata menembakkan rudal uji ke perairan lepas pantai Korea Selatan.

Comments

Popular Posts