Iran Peringatkan Akan Meng- Upgrade Rudal Untuk Menyerang Eropa Jika Terancam


Rudal jarak jauh Shahab-3 dipamerkan saat sebuah demonstrasi menandai hari al-Quds (Yerusalem) di Teheran pada tanggal 23 Juni 2017. Nyanyian melawan keluarga kerajaan Saudi dan yang disebut Negara Islam bercampur dengan teriakan tradisional 'Kematian untuk Israel 'dan' Meninggal AS'pada demonstrasi Hari Yerusalem di seluruh Iran.(Stringer / AFP / Getty Images)

WW3 - Seorang jendral tertinggi Iran telah mengancam bahwa Iran akan meningkatkan jangkauan misilnya sehingga mereka bisa menyerang Eropa jika Iran diancam.

Brigadir Jenderal Hossein Salami - yang merupakan komandan Garda Revolusi negara mengatakan bahwa Iran dapat meningkatkan jangkauan misilnya lebih dari 1.250 mil (2.000 km). Itu akan cukup jauh untuk menyerang benua Eropa.

"Jika kita menyimpan rudal kita sejauh 2.000 kilometer, itu bukan karena kurangnya teknologi kita mengikuti sebuah doktrin strategis," kata Salami, menurut kantor berita Fars pada 25 November.

"Sejauh ini kita merasa bahwa Eropa bukanlah ancaman, jadi kita tidak meningkatkan jangkauan rudal kita.Tapi jika Eropa ingin berubah menjadi ancaman, kita akan meningkatkan jangkauan rudal kita, "katanya.

Bulan lalu, Mayor Jenderal Mohammad Ali Jafari, kepala Garda Revolusi garis keras, mengindikasikan mengapa republik Islam tidak perlu memperluas jangkauan rudal balistik mereka. Rentang rudal sejauh 1.250 mil saat ini mampu mencakup "sebagian besar kepentingan dan kekuatan AS" di wilayah ini, katanya menurut sebuah  laporan Reuters.

Jafari mengatakan bahwa batas jangkauan rudal yang ada didirikan oleh Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei yang juga merupakan kepala militer.

"Iran memiliki persenjataan rudal terbesar dan paling beragam di Timur Tengah, dengan ribuan rudal balistik dan jelajah jarak pendek dan menengah yang mampu menyerang sejauh Israel dan Eropa tenggara," kata  Pusat Studi Strategis dan Internasional  (CSIS), sebuah think tank yang berbasis di Washington.

"Rudal telah menjadi alat utama untuk proyeksi kekuatan Iran dan kemampuan antipeluru / penolakan wilayah dalam menghadapi Angkatan Laut AS dan Gulf Cooperation Council angkatan laut dan udara di wilayah tersebut," katanya.

Iran mengatakan bahwa program rudalnya murni untuk motif defensif dan tidak dapat dinegosiasikan. Prancis baru-baru ini menyerukan dialog 'tanpa kompromi' dengan republik Islam tentang programnya.

Pada bulan Juli, AS menuduh Iran memasok pemberontak Houthi di Yaman dengan sebuah rudal yang ditembakkan ke saingan utamanya Arab Saudi.


















Comments

Popular Posts