Israel Menguji Sistem Rudal Berkemampuan Nuklir Yang Ditunjukan Ke Iran

Israel menguji sistem rudal berkemampuan nuklir yang ditujukan untuk Iran

Militer Israel dilaporkan telah menguji sistem propulsi yang digunakan untuk membawa rudal berkemampuan nuklir dan lainnya, dengan media entitas pendudukan menagih tampilan yang dituduhkan sebagai "unjuk kekuatan yang ditujukan pada Iran."


Militer Israel dilaporkan telah menguji sistem propulsi yang digunakan untuk membawa rudal berkemampuan nuklir dan lainnya dengan media entitas pendudukan penagihan dugaan display sebagai “unjuk kekuatan ditujukan untuk Iran.”

Pengujian dilakukan keluar di Palmachim Airbase selatan Tel Aviv pada hari Jumat kata saluran televisi Israel i24 News melaporkan.

Militer "melakukan uji peluncuran beberapa menit yang lalu dari sistem motor roket," kata Kementerian Urusan Militer Israel dalam sebuah pernyataan. "Tes dijadwalkan sebelumnya dan dilakukan sesuai rencana," pernyataan itu menambahkan.

Sistem yang terlibat tambahnya dapat digunakan untuk membawa rudal pencegat seperti Arrow 3 "atau menyerang rudal seperti Jericho 3 yang dikatakan memiliki jangkauan 2.000 kilometer yang mampu membawa hulu ledak nuklir."

Cuplikan ditayangkan oleh i24 menunjukkan jejak putih menembaki langit di atas wilayah Tel Aviv yang lebih besar setelah tes kata saluran itu, warga belum "diperingatkan sebelumnya." Tes yang dilaporkan juga mengganggu pola normal lepas landas dan pendaratan di Bandara Ben Gurion.

Koresponden televisi Jonathan Regev mengatakan sistem propulsi dapat membawa proyektil yang dilengkapi dengan "bahkan di atas atmosfer."

Israel adalah satu-satunya pemilik senjata nuklir di Timur Tengah tetapi kebijakannya adalah untuk tidak mengkonfirmasi atau menyangkal memiliki senjata atom. Namun mantan presiden AS Jimmy Carter dan berbagai surat kabar dan laporan media terkemuka telah memverifikasi kepemilikan rezim atas senjata-senjata non-konvensional. Perkiraan menunjukkan bahwa rezim saat ini memiliki 200 hingga 400 hulu ledak atom.

Rezim ini juga diyakini memiliki kemampuan untuk mengirimkan hulu ledak nuklirnya dalam sejumlah metode termasuk dengan pesawat terbang dengan rudal jelajah yang diluncurkan kapal selam dan seri rudal balistik jarak menengah sampai antar Jericho.

AS yang sekutu paling berdedikasi dan terbesar Israel selalu melakukan veto terhadap langkah-langkah PBB yang berusaha meminta rezim untuk mempertanggungjawabkan berbagai tindakan seriusnya termasuk penolakannya untuk bergabung dalam Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir.

Pada bulan November Washington dan Tel Aviv menghindari Konferensi tentang Pembentukan Zona Timur Tengah yang Bebas dari Senjata Nuklir dan Senjata Senjata Pemusnah Massal lainnya di sesi pertama di Markas Besar PBB di New York.

Berbicara di konferensi itu utusan PBB untuk PBB, Majid Takht-e Ravanchi menyebut keduanya sebagai hambatan utama untuk membersihkan kawasan senjata nuklir. "Kebijakan dan tindakan mereka yang tidak bertanggung jawab untuk memperbanyak WMD seharusnya tidak diterima masyarakat internasional," tambahnya.

Kemudian pada hari Jumat Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif bereaksi di Twitter untuk laporan tentang tes Israel.

"E3 (Inggris, Prancis, dan Jerman) dan AS tidak pernah mengeluh tentang satu-satunya persenjataan nuklir di Asia Barat dipersenjatai dengan rudal yang sebenarnya dirancang agar mampu membawa nuklir" tulis tweetednya merujuk pada rezim Israel.

Namun demikian negara berempat tersebut memiliki "kecocokan dengan yang konvensional dan defensif," tambah Zarif.

Kuartet terus berupaya agar Republik Islam menghadiri perundingan mengenai kemampuan misil pertahanannya. Teheran yang secara bulat telah menolak prospek semacam itu menyatakan bahwa kekuatan pertahanannya berada di luar semua negosiasi.

Republik Islam juga telah menyatakan dalam banyak kesempatan bahwa gudang misilnya terdiri dari proyektil yang dapat mencapai entitas pendudukan dan bahwa Teheran tidak akan ragu untuk menempatkan mereka jika Tel Aviv melakukan kesalahan besar.

Comments

Popular Posts