Rusia Mengatakan Barat Berupaya Menyebarkan 'Potensi Konflik' Ke Kawasan Asia-Pasifik

Rusia pada hari Senin menuduh Barat berusaha menyebarkan “potensi konflik” ke kawasan Asia-Pasifik.
“Setelah memicu krisis akut di Eropa, Barat berupaya menyebarkan potensi konflik ke kawasan Asia-Pasifik dan ke beberapa arah,” kata Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoygu dalam pidatonya di Forum Keamanan Xiangshan ke-10 di ibu kota Tiongkok, Beijing menurut kantor berita negara TASS.
Menyatakan bahwa ada upaya aktif untuk mengerahkan “potensi kekuatan NATO” di kawasan, Shoygu mengatakan konsep “keamanan kawasan Euro-Atlantik dan Indo-Pasifik yang tidak dapat dipisahkan” yang digunakan oleh Barat bertujuan untuk membenarkan kemunculan pasukan NATO dan infrastruktur di Asia.
Shoygu lebih lanjut mengatakan bahwa pendekatan ini berbeda dari prinsip “keamanan tak terpisahkan” yang dipromosikan oleh Rusia dan Tiongkok yang menurutnya tidak mengizinkan Moskow dan Beijing menjamin keamanan mereka “dengan mengorbankan keamanan pihak lain.”
“NATO menutupi penumpukan kekuatan militer di kawasan Asia-Pasifik dengan keinginan besar untuk berdialog, memaksakan aliansi dan jalur interaksi operasional pada mitra,” kata Shoygu.
Dia mengatakan pertukaran informasi Washington mengenai peluncuran rudal dengan Korea Selatan dan Jepang akan digunakan demi kepentingan AS untuk membendung Rusia dan Tiongkok.
Shoygu juga mengatakan bahwa Rusia menganggap upaya untuk mengganti mekanisme keamanan regional yang terkait dengan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dengan “struktur blok tertutup yang berorientasi Indo-Pasifik” tidak dapat diterima dan menambahkan bahwa hal ini melemahkan peran sentral ASEAN.
“Penting untuk dicatat bahwa interaksi dalam kerangka AUKUS memungkinkan negara-negara peserta tidak hanya untuk memodernisasi angkatan bersenjata mereka dalam hal senjata konvensional tetapi juga untuk mengembangkan komponen nuklir mereka yang merugikan rezim non-proliferasi nuklir di Wilayah Asia Pasifik,” tambah Shoygu.
AUKUS adalah kemitraan keamanan untuk kawasan Indo-Pasifik, di mana AS dan Inggris akan membantu Australia dalam memperoleh kapal selam bertenaga nuklir.

Comments

Popular Posts